Order Buku (Ready Stock)
Muslim Entrepreneur Guide to Venture Capital Fundraising

Buku ini adalah panduan pertama yang membahas dunia venture capital (VC) secara praktis dan membumi yang khusus ditulis untuk para pengusaha Muslim Indonesia. Disusun oleh Ghufron Mustaqim (Mas GM), tech entrepreneur yang selama satu dekade lebih membangun dan memimpin perusahaan yang berhasil menghimpun lebih dari USD 100 juta dari investor global.
Buku ini ditulis khusus buat para pengusaha yang ingin membesarkan usahanya lewat pendanaan dari investor, tapi masih bingung cara mainnya gimana. Di sini, kamu akan diajak memahami dunia venture capital dari nol—mulai dari apa itu VC, kenapa penting buat bisnis kamu, sampai gimana cara meyakinkan investor tanpa harus kehilangan arah atau nilai-nilai yang kamu pegang.
Gaya bahasanya santai, banyak contoh, dan tetap berpijak pada semangat membangun bisnis yang bukan cuma besar, tapi juga jadi jalan kebaikan jangka panjang. Cocok buat kamu yang pengen scale-up usaha, tapi tetap pengen main aman dan halal.
100% pendapatan penjualan buku untuk mendukung gerakan Ummah.
(Hardcopy, sekitar 250 halaman, ready stock langsung dikirim setelah pemesanan)
Harga Normal
Rp 248 ribu
Harga Spesial Launching
Rp 198 ribu
Buku ini Membahas:
Geopolitik dunia sedang bergeser.
Bayangin dunia kayak panggung besar yang selama ini dikuasai AS. Tapi sekarang panggung AS mulai retak: utang mereka numpuk, rakyatnya tercerai berai, masalah sosial merebak. Wajah mereka tercoreng dan kepercayaan internasional ke AS runtuh karena dia dukung genosida Zion1st di Gaza. Sementara itu, Timur—Tiongkok dan Dunia Islam—pelan-pelan bangkit. Mas GM jelasin kalau masa depan tidak unipolar (satu hegemon kaya yang terjadi sekarang dengan AS sebagian superpower), tapi multipolar di mana Tiongkok dan Dunia Islam menjadi tokoh utama.
Dan di tengah semua itu, ada satu titik yang jadi cermin kondisi umat: Baitul Maqdis. Bukan sekadar tempat suci, tapi simbol martabat kita. Kalau Al-Aqsa masih dijajah, artinya kita belum sepenuhnya bangkit. Karena itu, perjuangan membebaskan Baitul Maqdis bukan cuma urusan tanah—tapi soal membangun ulang peradaban Islam. Kewirausahaanmu harus diletakkan dalam konteks pergeseran geopolitik global agar tidak salah baca momentum.
Sukses kita nggak diukur dari valuasi belaka, tapi seberapa banyak harta kita jadi jalan kebangkitan peradaban Islam.
Dan hari ini, salah satu amal paling mendesak adalah jihad harta untuk keilmuan Baitul Maqdis: bantu bangkitkan narasi, riset, media, dan dakwah yang kuat. Karena sebelum bebaskan tanah, kita harus bebaskan pikiran. Kita butuh lebih banyak pengusaha yang nggak cuma dermawan, tapi juga visioner dalam berderma—yang berani invest ke kebangkitan peradaban Islam.
Perspektif Syariah tentang VC.
Bagaimana hukum menerima investasi dari Venture Capital dalam Islam? Bab ini membahas pandangan ulama kontemporer dan praktik syariah dari musyarakah dan mudharabah. Apa saja yang harus dipastikan agar investasinya syariah compliant? Adakah gharar, riba, dan ketidakadilan dalam proses investasi VC ke bisnis kita? Apa saja yang harus diperjuangkan dalam negosiasi untuk menjaga keridhaan Allah dalam investasi?
Kenalan sama VC.
Venture Capital (VC) adalah investor yang berani ngasih dana ke startup yang masih muda, tapi punya potensi tumbuh besar dan cepat. Mereka bukan cari profit jangka pendek, tapi pengin dapet “big win” dari beberapa startup yang meledak pertumbuhannya. VC biasanya ngumpulin dana dari para investor (LP) lalu disalurkan lewat portofolio startup selama 8–10 tahun. Tapi mereka nggak cuma bawa duit—mereka juga bawa jaringan, kredibilitas, dan tekanan. Makanya, sebelum kamu ajukan proposal, penting buat paham cara kerja mereka, apa motivasinya, dan kenapa mereka bisa jadi partner yang powerful.
Apa yang Dicari Investor?
Investor nyari tim yang bisa dipercaya, pasar yang besar, model yang bisa scale, dan bukti bahwa kamu bisa jalan jauh. Tapi lebih dari itu, mereka menilai mindset kamu: apakah kamu bisa adaptif, belajar cepat, dan tahan banting. Traction penting, tapi yang bikin deal terjadi adalah kombinasi antara momentum, clarity, dan chemistry.
Kapan Waktu yang Tepat Fundraising?
Fundraising itu bukan soal ikut-ikutan trend, tapi soal kesiapan—bukan cuma siap presentasi, tapi siap mental, siap tim, dan siap produk. Di tahap awal, investor nggak cari ide brilian, tapi bukti kamu bisa eksekusi: entah itu user aktif, repeat order, atau pertumbuhan konsisten. Kalau kamu belum bisa nunjukin traction atau value yang divalidasi pasar, lebih baik fokus perkuat fondasi dulu daripada pitching sana-sini tapi ujungnya ditolak semua.
Peta Perjalanan Pendanaan Startup.
Startup itu ibarat naik tangga: dari pre-seed ke seed, lanjut ke Series A, B, dan seterusnya. Setiap tahap butuh pendekatan berbeda, baik dari sisi narasi, metrik, maupun ekspektasi investor. Pre-seed biasanya fokus ke tim dan ide, seed ke validasi pasar awal, Series A ke model bisnis yang repeatable dan scalable. Makin tinggi tahapnya, makin ketat standar yang harus kamu buktikan. Tentu, jangan addicted dengan fundraising karena saham kamu bisa banyak terdilusi. Pondasi bisnis harus kuat agar cukup 2-3 putaran investasi bisa mengantarkan bisnismu jadi market leader.
Bangun Jaringan, Bukan Cuma Slide Deck.
Fundraising itu permainan relasi jangka panjang, bukan sprint 3 bulan. Kenalan dulu sebelum butuh, bantu dulu sebelum minta, dan jangan cuma muncul saat pitching. Warm intro hampir selalu lebih powerful daripada cold email, dan kredibilitas kamu dibangun bukan dari pitch deck, tapi dari konsistensi dan reputasi kamu di komunitas startup.
Macam-Macam Tipe Investor
Setiap tipe investor punya gaya dan ekspektasi berbeda: angel investor lebih fleksibel dan personal, VC lebih sistematis dan agresif, family office cenderung konservatif, dan corporate VC biasanya punya agenda strategis. Kamu harus tahu siapa yang cocok dengan fase dan model bisnismu, biar nggak buang waktu pitching ke yang nggak relevan—karena dalam fundraising, bukan cuma siapa yang mau, tapi juga siapa yang align.
Pitch Deck yang Bikin Investor Tertarik
Pitch deck itu bukan laporan keuangan, tapi alat storytelling—harus ringkas, jelas, dan menyampaikan narasi yang bikin investor ngerasa "kalau saya nggak invest sekarang, saya bakal nyesel nanti". Mulai dari problem yang relatable, solusi yang spesifik, market yang besar, traction yang real, hingga tim yang punya unfair advantage—semua harus nyambung dan meyakinkan.
Valuasi, Saham, dan Cap Table
Valuasi bukan tebak-tebakan, tapi logika antara traction, potensi, dan comparable startup lain. Founder harus ngerti impact dilusi dan pentingnya jaga struktur cap table tetap sehat—nggak kegemukan advisor, nggak diborong satu orang, dan tetap ada ruang untuk ESOP. Karena investor jago ngitung, kamu juga harus jago mempertahankan kepemilikan strategis.
Baca dan Tawar Term Sheet
Term sheet itu dokumen kecil berisi konsekuensi besar: dari liquidation preference, vesting schedule, anti-dilution clause, sampai board control. Founder harus ngerti tiap pasal dan berani negosiasi poin-poin krusial—bukan untuk jadi keras kepala, tapi untuk pastikan semua pihak masuk ke kerja sama yang adil dan berjangka panjang.
Due Diligence dan Proses Legal
Begitu investor bilang “yes”, tantangan belum selesai—due diligence akan bongkar semua: legalitas, laporan keuangan, cap table, hingga jejak digital kamu. Kalau kamu rapi dari awal, proses ini bisa mulus. Tapi kalau banyak masalah tersembunyi, bisa batal di tengah jalan. Jadi, better clean your house before you invite guests.
Setelah Dana Cair, Apa yang Terjadi?
Begitu uang masuk rekening, kamu nggak lagi founder doang—kamu sekarang steward dana lebih besar yang dititipkan Allah. Ada target growth yang harus dikejar, ada reporting yang harus disiplin, dan ada ekspektasi besar yang harus ditunaikan. Kalau kamu gagal deliver setelah funding, kepercayaan yang udah dibangun bisa runtuh dan susah untuk dapat funding selanjutnya.
Jalan Lain Selain VC
VC bukan satu-satunya jalan. Kamu bisa eksplor akses permodalan lain. Bahkan, ada model-model bootstrapped yang sukses tanpa harus lepas saham. Intinya, pilih jalur yang paling sesuai dengan ritme dan misi bisnismu—bukan yang paling hype.
Pilih Paket:

Lihat Detail