PENDAFTARAN SALADIN CAMP
BATCH 7 - JULI 2026


Saladin Camp adalah rangkaian daurah berjenjang yang membangun kerangka berpikir, pemahaman strategis, dan arah perjuangan Baitul Maqdis. Camp pertama dan satu-satunya di Indonesia dari Syeikh Prof Abd Al-Fattah El-Awaisi.
Saladin Camp merupakan daurah yang unik, inovatif, dan interaktif. Diikuti oleh peserta lintas latar dari akademisi, pengusaha, aktivis, politisi, hingga ibu rumah tangga, membuat perbedaan pemikiran dan organisasi justru menjadi kekuatan utama membentuk ruang belajar yang berwarna, hidup, dan interaktif. Melalui Saladin Camp, peserta akan bertransformasi dari:
❌ Ketidaktahuan → ✅ Pemahaman Baitul Maqdis
❌ Emosi sesaat → ✅ Ilmu & ma’rifat
❌ Reaksi → ✅ Arah dan strategi

Prof. El-Awaisi adalah seorang cendekiawan Muslim asal Inggris-Palestina yang terkemuka di bidang Hubungan Internasional, sekaligus pelopor kajian Islamicjerusalem (Baitul Maqdis). Sebagai putra asli Baitul Maqdis dan pemikir global, beliau meraih gelar PhD dari University of Exeter (Inggris) pada tahun 1986 dan sejak saat itu telah mendedikasikan hampir empat dekade untuk riset dan pendidikan di Inggris, Türkiye, Malaysia, dan Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Profesor Hubungan Internasional di Mardin Artuklu University (Türkiye), University of Malaya (Malaysia), dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (Indonesia) — sembari menetap di Edinburgh, Inggris.
Beliau dikenal luas atas teori-teorinya yang inovatif, termasuk Teori Barakah Circle dan Teori Aman tentang hidup berdampingan secara damai. Ia telah menerbitkan 79 karya utama dalam bahasa Inggris dan Arab, yang sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis, Melayu, Turki, Persia, Indonesia, dan Bengali. Sebagai pendiri dan Pemimpin Redaksi Journal of Islamicjerusalem Studies serta Ketua konferensi internasional tahunannya sejak 1997, beliau telah membentuk generasi baru cendekiawan Muslim yang berkomitmen pada keadilan, persatuan, dan pembebasan Baitul Maqdis. Ia juga merupakan Fellow dari Royal Historical Society di Inggris — sebuah kehormatan langka yang mencerminkan kontribusi seumur hidupnya dalam dunia akademik global.
Atas pengaruhnya yang luar biasa, Prof. El-Awaisi telah menerima berbagai penghargaan internasional, termasuk
- Stirling Council Provost’s Civic Award (1999, Inggris)
- Special Award for Innovation (2007, Inggris)
- Islamic World Istanbul “Science” Award (2018, Türkiye)
- Custodian of Al-Quds Award (2021, Türkiye)
- International Courage Award – Field of Academia (2025)
Sebagai seorang visioner, pendidik, dan advokat tak kenal lelah untuk Baitul Maqdis, beliau membawa kedalaman keilmuan dan kepemimpinan luar biasa dalam Dewan Penasihat Ummah — membimbing misi kami untuk menyatukan dan mengangkat martabat dunia Muslim melalui ilmu, integritas, dan aksi strategis.
Pernahkah Anda merasakan ini?
Kenapa Palestina tak kunjung merdeka padahal sudah donasi dan orasi?
Kenapa Israel tak gentar meski diboikot dan diancam sanksi?
Kenapa negara-negara Arab seolah diam?
Ingin bantu Palestina, tapi bagaimana caranya?
Mengapa Palestina harus merdeka? Apa hubungannya dengan kita?
SAYANGNYA Kebanyakan umat terjebak dalam “Bencana Keilmuan” ini
Kita tidak benar-benar mengenal Palestina dan Baitul Maqdis, hanya ikut arus narasi media sosial.
Bahkan, para peneliti dan akademisi pun terjebak hanya mencari referensi sejarah versi penjajah, zionis, orientalis, yang penuh bias. Seperti bermain bola tetapi aturan dan wasit sudah memihak lawan: Takkan menang.
Semangat juang hanya berlandaskan emosi. Mentok hanya di diskusi, orasi, donasi. Tanpa ilmu.
Padahal, Islam punya peta jalan pembebasan
Rasulullah SAW telah merancang sendiri strategi pembebasan selama hidupnya. Strategi yang sama dipraktikkan oleh Imaduddin Zengki, Nuruddin Zengki dan Sholahuddin Al Ayyubi
Jika Anda ingin memahami Palestina dan Baitul Maqdis secara utuh, keluar dari narasi bias penjajah, berkontribusi dengan ilmu dan strategi, bukan sekadar reaksi, maka perjalanan ini dimulai dari Saladin Camp.
Daftar sekarang juga!

Saladin Camp Beginner
Asrama Haji, Yogyakarta
Jum’at-Ahad, 17-19 Juli 2026 M atau
3-5 Safar 1447 H (3 hari, 2 malam)
Harga Normal Rp 880 ribu
Investasi Rp 648 ribu (Hemat 26%)
(DP Rp 125 ribu, pelunasan menjelang acara)
Includes: materi, penginapan, dan konsumsi selama daurah
Yang akan Anda pelajari:
Bencana keilmuan yang dialami Umat Muslim
Pembebasan Akal dengan Ilmu
Al I’dad Al Ma’rifi (Persiapan Pengetahuan)
Perbedaan Ilmu dan Ma’rifat
Diskusi Pondasi Utama Pembebasan Baitul Maqdis
Menghidupkan Terminologi Baitul Maqdis
Perhatian Al-Quran terhadap Baitul Maqdis
Menanamkan Kerinduan Umat Islam tentang Baitul Maqdis
Strategi dan Langkah Pembebasan Baitul Maqdis
Strategi Politik Rasulullah dalam Pembebasan Baitul Maqdis
Strategi Militer Rasulullah dalam Pembebasan Baitul-Maqdis
Tadabbur Surat Al Isra'
Saladin Camp Intermediate 1
Asrama Haji, Yogyakarta
Selasa-Rabu, 21-22 Juli 2026 M atau
7-8 Safar 1447 H (2 hari, 1 malam)
Harga Normal Rp 680 ribu
Investasi Rp 448 ribu (Hemat 34%)
(DP Rp 125 ribu, pelunasan menjelang acara)
Includes: materi, penginapan, dan konsumsi selama daurah
Yang akan Anda Pelajari:
Teori Lingkaran Keberkahan dari Baitul Maqdis
Lingkaran pertama: Baitul Maqdis
Lingkaran kedua: Mesir, Siprus, dan Tanah Syam (Suriah, Lebanon, Yordania)
Lingkaran ketiga: Dari Mekkah ke Baitul Maqdis – Asia Barat – Turkiye dan Irak
Di luar Lingkaran Ketiga: Peran Sangat Strategis dan Menentukan dari Indonesia dalam pembebasan Baitul Maqdis
Masalah negara Zionis: Negara Yahudi atau proyek kolonial Barat?
Diskursus berbagai pertanyaan penting
Tadabbur Surat Al Isra'
Saladin Camp Intermediate 2
Asrama Haji, Yogyakarta
Kamis-Jum’at, 23-24 Juli 2026 M atau 9-10 Safar 1447 H (2 hari, 1 malam)
Harga Normal Rp 680 ribu
Investasi Rp 448 ribu (Hemat 34%)
(DP Rp 125 ribu, pelunasan menjelang acara)
Includes: materi, penginapan, dan konsumsi selama daurah
Yang akan Anda Pelajari:
Pendalaman terkait Amaan Theory (peaceful coexistence and mutual respect)
Bagaimana memperlakukan non-Muslim setelah pembebasan Baitul Maqdis?
Rekontekstualisasi ‘Uhdah Al-‘Umariyyah (Piagam Umar) sebagai model bagi tatanan masyarakat majemuk yang ideal di Baitul Maqdis dan menjadi teladan bagi peradaban global yang damai
Tadabbur Surat Al Isra'
Saladin Camp Advance
Asrama Haji, Yogyakarta
Ahad-Senin, 26-27 Juli 2026 M atau
12-13 Safar 1447 H (2 hari, 1 malam)
Harga Normal Rp 680 ribu
Investasi Rp 448 ribu (Hemat 34%)
(DP Rp 125 ribu, pelunasan menjelang acara)
Includes: materi, penginapan, dan konsumsi selama daurah
Yang akan Anda Pelajari:
Peta geopolitik terkini negara-negara di sekitar Baitul Maqdis dan analisis mutakhir terhadap peristiwa-peristiwa yang berkembang
Memahami, mendalami, dan menyadari berbagai peristiwa dan dampak penting atas dinamika yang sedang berkembang
Arah untuk membentuk masa depan
Tanya jawab intensif dengan Prof Abd. Al Fattah
Tadabbur Surat Al Isra'

Pilih Paket:
Testimoni:

Husein Gaza
Aktivis
Saladin Camp ini menjadi sangat spesial karena pematerinya langsung seorang pakar ke-Palestina-an yang benar-benar seorang aset yang sangat berharga dan tak ternilai. Prof. Abd Fattah El Awaisi, seorang akademisi yang mendedikasikan hidupnya untuk mencari strategi untuk pembebasan Masjidil Aqsa berdasarkan penelitian ilmiah yang Beliau pelajari selama puluhan tahun.

Felix Siauw
Influencer, Pendakwah
Liberation of Mind Before Liberation of Land. Itu kalimat yang selalu saya ingat usai 3 hari belajar tentang Baitul Maqdis bersama Prof. Abd Fattah El Awaisi. Beliau salah satu pemegang ilmu Baitul Maqdis paling luas yang diakui para akademisi, 40 tahun mendedikasikan dirinya menjadi benteng ilmu untuk pembebasan Palestina. Bagi saya, beliau sangat inspiratif dan entah berapa banyak referensi ilmu Baitul Maqdis yang saya dapat dari Beliau. Kabar gembiranya, Beliau bakal langsung mengajar daurah pembebasan Baitul Maqdis di Indonesia (Saladin Camp). Buat temen-temen saya rekomendasi banget buat ikut acara ini. Jadi bisa fokus buat jihad ilmu dalam rangka pembebasan Baitul Maqdis.

Jodhi A. Sardjono
Technology entrepreneur
Mengikuti Saladin Camp dari level beginner hingga advance benar-benar mengubah cara saya memandang Baitul Maqdis - bahwa ini adalah prioritas utama umat dan bagian tak terpisahkan dari aqidah kita. Saladin Camp menyadarkan saya bahwa agar Al-Aqsha dapat terbebaskan, hati dan pikiran kitalah yang lebih dahulu harus dibebaskan melalui ilmu dan kesadaran yang benar.

Ali Farkhan
Jurnalis
InsyaAllah Saladin Camp menjadi awal dari gerakan. Kita akan terus bergerak bersama lembaga-lembaga lain, NGO, dan tokoh-tokoh. Bukan hanya di Indonesia termasuk di luar negeri. Sehingga akan semakin kuat gerakannya menjadi kekuatan yang besar, kekuatan ilmu, kekuatan peradaban untuk pembebasan Baitul Maqdis.

Dena Haura
Influencer dakwah
Nothing feels more encouraging than being in a room full of Indonesian young people who are truly serious about learning and striving for the liberation of Masjidil Aqsha Mubarak. Di Saladin Camp, aku belajar banyak. Terutama tentang mendorong potensi diri, memahami ilmu sampai pada akarnya, melibatkan diri dalam sejarah peradaban, dan berguru dengan guru terbaik di bidangnya. Buat yang pernah ngerasa useless karena ga bisa berbuat apa-apa untuk Baitul Maqdis, this camp is a must.

Annisa Theresia
Aktivis
Perjalanan mengenyam ilmu tentang Baitul Maqdis yang sistematis baru benar-benar saya dapatkan setelah mengikuti rangkaian kelas Saladin Camp ke-4 (waktu itu di Jakarta) dan ke-5 (di Bogor) walaupun sempat mengikuti kelas daring dan luring dan membaca buku terjemahannya sebelumnya.
Berinteraksi langsung dengan Prof secara intensif dengan pola pendidikan yang integratif, tidak hanya secara literasi tapi juga emosional dan ruhiyah bersama dengan teman-teman Saladin Camp seangkatan adalah pengalaman yang sangat komprehensif dan saya yakin dibutuhkan oleh siapapun yang terpanggil untuk membela perjuangan Al Aqsha.
Insya Allah inilah kode DNA yang diperlukan umat agar perjuangan membela Al Aqsha senantiasa sefrekuensi, dan sebentar lagi generasi Salahuddin akhir zaman akan memenangkan Al Aqsha biidznillah.
Allahumma inna nas’aluka sholaatan fil masjidil Aqsha wa huwa hurrun ‘aziiz. Aamiin Allahumma aamiin.